Lembayung Pagi

Menggapai ridlo Ilahi di setiap relung hati..

Akhir Dari Sebuah Perjalanan

Karena sering yakin akan bangun lagi

Aku lebih sering tertidur daripada tidur

padahal tidurpun adalah kebajikan bila diniatkan

Karena tak tahu kapan datangnya ajal

Hampir tak pernah kutulis dan kuucapkan wasiat

Padahal utang dan janjiku pun tak hanya satu dua

Karena kematian belum menghampiriku

Sedikit yang kuperbuat untuk menghadapinya

Padahal ketika itu keputusan pun tak ada guna

Karena manusia bisa beralasan

Beribu karena terucap dan dipersiapkan

Padahal kelak itu pun tak dijadikan alasan

Sahabat…,

Kemarin dengan lantangnya kukatakan, jika takdir memang sudah berkehendak seperti itu.., jika Dia sudah menentukan ini adalah menit terakhirku berada di sini, aku akan menerimanya dengan ikhlas hati, siap tidak, semuanya pasti kan terjadi. Tapi kenapa, ketika dalam keadaan seperti ini perasaan takut itu tiba – tiba menyeruak. Ternyata aku belum siap. Begitu besar dosa yang kutanggung, begitu kurangnya pahala kebajikan yang kutabung… Allah, maafkan hamba ini, telah mendustakan qada’Mu.

Hidup ini memang sebuah perjalanan, bukan sekedar sebuah jalan yang harus kita tempuh. Tapi jalan – jalan dengan banyak cabang yang harus dipilih dan dilalui. Dan sampai akhirnya kita akan mendapati sebuah putusan akhir… yaitu sebuah kematian…

Sahabat, sudahkah kita bersiap diri…?

Semenit nanti, sejam berikutnya dan esok hari jika waktu kita masih diperpanjang lagi…. Kuharap, kita semua kan jadi insan yang lebih baik… Yang pandai mensyukuri segala karunia Ilahi… Yang pada akhirnya akan menghadap dalam keadaan Khusnul Khotimah. Amin…

Sahabat,

Maaf tuk semua khilaf dan alfa….

Salam damai penuh cinta di dalam Rahmat dan Ridlo-Nya…. (^_^)

Dalam kelu dan getar batin ketakutan…

Pasuruan, 22 Maret 2010

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.